Friday, April 9, 2021

Latih Kemandirian Siswa dan Belajar Bersama Maestro Melalui Kegiatan Live In di Desa Harapan Jaya

“Saya sangat beruntung, sekalipun lelah karena perjalanan, tetapi saya senang sekali”, ungkap salah satu siswi SMP Alam Al-Karim. Pernyataan tersebut didapati saat menanyakan perihal kegiatan live-in yang baru pertama kali dilakukan oleh siswa-siswi SMP Alam Al-Karim. Cuaca sejuk di desa itu, Desa wisata yang memiliki pengelolaan aparatur desa yang sangat direkomendasikan. Desa Harapan Jaya namanya.

Bandar lampung, 29 Maret 2021 hari Senin akhir di bulan Maret di tahun pandemi yang semoga Allah swt. mengakhiri pandemi ini juga. Aamiin. Perjalanan menuju desa tersebut diawali dengan berkumpul di sekolah pada pukul 06.00 WIB. Siswa-siswi mulai berdatangan satu dengan lainnya. Tidak hanya siswa-siswi SMP yang berkumpul pagi itu, ada pula siswa/i SD yang juga akan melakukan live-in.
Setelah sesi pengarahan dan sesi foto-foto sebelum keberangkatan, tepat pukul 08.00 WIB seluruh siswa-siswi berangkat menuju desa tersebut secara bersama-sama. Tak kurang 2 jam perjalanan atau ± 57km menuju wilayah selatan Provinsi Lampung. “Perjalanan cukup melelahkan namun mengesankan ini kami lalui bersama teman-teman kami”, celoteh salah satu siswi SMP. “Sesampainya kami di desa tersebut, kami diarahkan ke rumah singgah untuk melepas lelah sejenak ditemani keramahan warga desa, buah nangka dan pisang benar-benar membuat kami bahagia”, senyum simpul lanjut dari siswi tersebut.
Setelah sejenak melepas lelah perjalanan, Siswa/i melanjuti kegiatan live-in mereka dengan melakukan belajar memahat kaligrafi langsung dari Maestro Desa Harapan Jaya. Memahat kaligrafi merupakan salah satu rangkaian kegiatan live-in selama 3 hari di desa ini, masih terdapat banyak kegiatan seperti membuat opak, me-roasting kopi, budidaya tanaman hias, dan kegiatan lain yang ditujukan untuk melatih kemandirian dan kepekaan siswa/i secara berinteraksi langsung.
"Live-in ini pun tidak hanya melatih kemandirian namun juga mengenalkan potensi-potensi lokal tempat tinggal siswa/i kami, memberikan pengenalan terhadap profesi dan banyak hal, memang betul inilah yang menjadi ciri khas sekolah kami, belajar secara berpengalamaman." Jelas Abi Aris Munandar salah satu Fasilitator yang kami wawancarai.


No comments:

Post a Comment